TERRAS GIGS SISI 1
Pada akhir Januari 2012 Negara Universal Underground mengadakan acara teras gigs sisi 1, tanpa adanya pemberitahuan ke publik. Acara ini dikhususkan untuk band anggota universal underground. Tempat acaranya di teras rumah nank wik (noisebrain rockshop). Band yang ikut berpartisipasi dari ujung barat Jembrana sampai ujung timur Jembrana, antara lain ; Bejat Berkarat (Melaya), Wrongway (Negara), Debu Kota (Negara), Tony and Friends (Negara), Amnesia (Yeh Sumbul), Pristol Boots (Medewi), dan Maut (Pekutatan) telah menghancurkan teras dan membuat rusuh depan toko noisebrain.
Acara kemarin terlalu banyak ada perkelahian, karena pemain pada mabuk semua. Tidak bisa kontrol emosi, dikarenakan adanya salah pemahaman antara teman. Tapi ini merupakan pelajaran besar bagi NUUG dan teman-teman agar di acara kedepannya bisa menjaga keharmonisan dan kerukunan antara teman-teman di Negara. Karena nanti ada Terras Gigs selanjutnya.
NEGARA UNIVERSAL UNDERGROUND
United We Stand. Divided We Fall.
Minggu, 10 Juni 2012
Senin, 15 Agustus 2011
Negara Ressurection II
Welcome To Negara Ressurection Part II
Inilah kebangkitan kami yang pernah kami bicarakan sebelumnya.
Konsistensi demi apa yang kami percayai. Bahwa musik underground masih banyak peminatnya. Jangan sampai, orang-orang terlalu terbuai oleh musik cinta mendayu-dayu, karena hidup itu keras. Dan perlu musik keras untuk terus menggelorakan jiwa. Inilah cara kami menyuarakan idealisme kami.
Seperti sudah digariskan, ketika langit berubah warna, sebuah sms masuk dan mengabarkan bahwa ada band grindcore dari Bekasi yang sedang melakukan tour Jawa-Bali. Tanpa babibu lagi, kami langsung mengundang band tersebut main di acara ini, padahal, sejujurnya kami belum ada persiapan apa-apa bahkan belum terbersit untuk mengadakan acara. Memang terkesan mendadak, tapi kami percaya, semangat akan memungkinkan segalanya. Inilah yang memotivasi kami untuk kemudian mengambil tindakan.
Yang pertama kali kami lakukan adalah :
- Rapat. Mengumpulkan para serdadu-serdadu NUUG dan memikirkan langkah-langkah awal yang perlu diambil.
- Pencarian Dana. Kami menyebar proposal ke banyak pihak termasuk ke PemKab Jembrana, distro, dan penggede-penggede Negara. Kami juga mengadakan bazar sebagai salah satu cara untuk mengumpulkan dana. Di bazar tersebut juga diadakan nobar "Global Metal" untuk memperkaya khasanah tentang budaya, akar, dan musik metal di seluruh dunia. Kami juga membuat merchandise seperti stiker, emblem, dan t-shirt acara untuk menambah kekuarangan dana bilamana diperlukan.
- Pencarian tempat juga menjadi kendala dalam mewujudkan acara ini, karena birokrasi yang terlalu panjang dan njelimet. But thank to God, karena akhirnya kami mendapatkan tempat yang strategis dan luas ; Gedung Pendopo Kesari. Bisa dibilang sampai pada tahap ini, kita telah masuk ke 50% persiapan.
- Band-band pendukung pun mulai berdatangan dan mendaftarkan diri. Mulai dari Tabanan, Singaraja, Denpasar, Nusa Dua, Jimbaran, Karangasem dan Banyuwangi.
Dan akhirnyaaa......
tanggal 16 Juli 2011 menjadi angka yang ditetapkan untuk acara ini, tepat pada hari raya Kuningan.
Hanya dengan waktu 1,5 bulan kami menyiapkan acara ini, dan acara ini pun bisa dilaksanakan. Spit Your Face yang beraliran hardcore breakdown yang para personilnya terdiri dari panitianya sendiri mengawali acara Negara Ressurection II ini. Amnesia, The Lekety, dan Merah Putih dengan crusty punk dan oi-nya langsung merebut atensi penonton. Konflik Sosial dan Maut dengan slamming brutal death metal dan trash metal-nya mengajak headbang seluruh penonton malam itu. Organ dan Tenget (yang tampil dengan full make up dan kostum) dari Banyuwangi pun tak mau ketinggalan dengan death metal-nya dan black metal yang diusung mereka. Kaligula, Deathrow, Pluverigore, dari Jimbaran, Nusa Dua, dan Denpasar pun tidak henti-hentinya membuat para metalhead Negara untuk menganggukkan kepalanya sampai patah!
(Deathrow)
(Six Hundred Sixty Six)
(Reviled)
Kremator dari Denpasar, dan Auto Destruction dari Negara, menggrinda telinga para metalhead dengan distorsi-distorsi gitar yang kasar dan teriakan yang membumbung tinggi ke udara. Kami yakin alkohol yang mengalir di darah para penonton malam itu semakin bereaksi beranjak naik. Reviled dari Denpasar mengajak para penonton menikmati racikan musik yang mampu mengajak para metalhead untuk berslamming-ria. Suasana makin ramai dan panas ketika Six hundred sixty Six memulai aksinya dengan orasi-orasi yang panjangan tentang penindasan, anarki, dan kebebasan. Para punker yang juga datang ke acara ini mulai tersulut dan merangsek ke depan panggung, melakukan aksi pogo dengan lincah dan penuh tenaga. (yeah, penuh tenaga.) Dan gesekan emosi pun tak terhindarkan. Chaos!
(Auto Destruction)
(Tenget - Banyuwangi)
(Maria Magdalena - Vocalizt Mahatma juga turut menonton)
(Panitia NUUG menggila)
Para Hardcore Kids yang setia menunggu band pujaannya tampil, mulai terpuaskan ketika Gommora HC dari Tabanan dan Blokade HC dari Singaraja mulai memainkan lagu dan mengajak olahraga malam (hardcore dance at pit in the night!) Klimaks? belum! Karena habis ini ada Killer Instinct dari Denpasar kembali mengajak para penonton untuk berheadbang-ria. Malam semakin larut, alkohol di dada masih menggelegak panas. Kepulan asap rokok makin meninggi. Dan stamina pun mulai terkuras, keluar bersama keringat-keringat kepuasan dari nafas yang ngos-ngosan mengikuti setiap rima dan hentakan lagu. Trigger Attack menghapus itu semua dan membuat semua yang ada disana kembali bersemangat!!
(HC Kids)
(m)><(m)
Ketukan drum yang cepat khas aliran grindcore mulai menggerilya di telinga, cabikan gitar yang keras dan suara vokal yang kasar mengalun merdu (bagi kita) di ruang pendopo kesari. Dan inilah dia, bintang tamu pamungkas kita tampil (horreeeeyyy) meski dengan sisa waktu yang masih sedikit menggebrak dengan penuh semangat dengan cara main yang bersih, apik, dan penuh skill, yang dibawa jauh-jauh dari Bekasi, untuk anda kalian semua, inilah dia : Tyranny (Bekasi Grindcore) !!!
Capeeekkk....
Lapppaarrr....
itulah keluhan-keluhan para panitia seusai acara. Tapi kepuasan yang kita dapatkan setimpal dengan apa yang kita rasakan! Thanks a lot buat kalian semua dan sampai berjumpa di acara kami selanjutnya!
SOLID untuk kita semua panitia.
Toosssssssss...........!!!!!!!!!!!!!
NUUG
*untuk Syndicate yang seharusnya bisa tampil, berhubung drummernya kecelakaan jadi tidak bisa tampil dalam acara Negara Ressurection II. Cepat sembuh, semoga bisa tampil di lain kesempatan.
Negara Ressurection I
Please Welcome To Negara Ressurection I
Sebuah kebanggan bagi kami telah bisa melahirkan acara ini karena ini acara yang pertama kali kami buat pure tanpa bantuan sponsor. Pendanaan acara ini diambil dari dana kolektifan band-band pendukung yang main, pengadaan bazar, dan kas dari komunitas NUUG.
Setelah rentang waktu yang lama sejak terakhir kami bikin event "Pencarian Jati Diri" pada Januari 2009, event musik UG di Negara terasa vakum dan untuk mengakhiri rasa MAMUNK (bahasa negaroa ne) alias gak ada kerjaan hahaha hingga kemudian tercetuslah dibenak NUUG untuk membuat acara yang bernama "Negara Ressurection I". Ressurection yang berarti kebangkitan. Kenapa bangkit? karena bangkit harus berkali-kali. Karena selayaknya hidup, kita akan jatuh berkali-kali. Dan ini bukan kebangkitan yang pertama dan teerakhir, tapi akan ada kebangkitan-kebangkitan lagi. Begitupun dengan acara kita, akan ada part-part berikutnya. (tunggu ya :D )
(pasukan Singaraja)
(The Pristol Boot - Medewi)
Tidak seperti pada acara-acara sebelumnya yang mengambil di arena outdoor, acara kali ini bertempat di arena indoor di sebuah kafe tengah kota; Cafe Ratu. Acara ini didukung oleh banyak pihak. Diantaranya teman-teman dari Denpasar, yang sudah memberikan link bagi kami untuk mengundang Mawar Berduri dari Bandung untuk tampil sebagai guest star. Selain Mawar Berduri, acara ini juga didukung band-band lokal Bali. Seperti teman-teman dari Singaraja, ada Nyhemia dan Bloody Massacre, dari Tabanan ada Koma, Trigger Attack dan Maniax yang turut memanaskan acara. Denpasar juga mengeluarkan Kress sebagai utusan (hahaha) dan tak ketinggalan band dari tanah air kita, Negara, turut memberikan sumbangsih bagi acara ini ;
Konflik Sosial, Anarchy the Bastard, The Pristol Boot, Jacknof, Masturbation, Amnesia, dan Maut.
(Mawar Berduri - Bandung)
(Nyhemia - Singaraja)
(Trigger Attack - Tabanan)
Hey!
Riot Republic dari Banyuwangi juga tampil lho dengan aura street punk-nya yang kuat. (wanna say thanks to Ferdi Jeharum yang telah mengajak band tersebut untuk tampil di acara ini, kapan-kapan kita ajak lagi ya teman-teman streetmu dari tanah Jawa main di event Negara lagi, hehehe)
And there it goes, acara ini sangat memuaskan karena tujuan acara ini telah teercapai, sepanjang acara dipenuhi dengan kedamaian dan panitia acara pun diisi dengan orang-orang yang baru. Yang Muda, Yang Berkarya. Hehehhe. Terima Kasih buat semuanya. Untuk semua pihak yang mendukung acara ini yang tidak bisa kita sebutkan satu-persatu tar blognya penuh, capek nulisnya. Wkwkwkkwkwkwkwkw
Cheers.
NUUG
Inggronx (Melawan Sistem Yang Salah)
Hagh!
itulah judul acara yang kami buat di tahun 2008 bertepatan dengan hari Valentine. Kenapa kita memilih judul sedemikian rupa di hari Valentine? Karena di hari Valentine tidak identik dengan cokelat, bunga, pacaran dan bercinta. Kami mencoba membuktikan bahwa di hari Valentine bisa diisi oleh hal-hal yang jauh dari paradigma masyarakat kebanyakan.Dan beginilah orang-orang seharusnya merayakan Valentine. Dengan musik underground, jauh dari musik cinta yang kemayu, dengan joget acak-acakan, bukan dengan bercinta. Dengan alkohol, bukan dengan cokelat !!
Diadakan di Rumah Makan Tiga Putra yang memiliki aula yang cukup luas untuk menampung mortir-mortir serigala yang haus dengan musik underground. Diawali dengan musik oi yang penuh semangat, Nusantara Jaya berhasil membangkitkan semangat para pecinta musik underground (UG). Disusul musik crusty punk dari Bad Brother dan Bebinjat dari West Bali sukses menambah kemeriahan acara. Masih kurang puas? kami hajar para pecinta musik UG dengan Vermillion dan Arans Kresna dengan black metal-nya. Dan siapa pikir, musik seperti ini hanya diminati para kaum adam? Fairy of Ghost (FoGho) membantah semuanya. Yap, karena personil band ini, semuanya merupakan kaum hawa.Band-band yang cukup berpengaruh di kota Negara pun tak ketinggalan turut berpartisipasi, seperti Merah Putih (oi), Anti Aristokrat dan Anarchy The Bastard yang mengusung aliran crust punk. Republik Illegal yang tampil sebagai bintang tamu pun tampil dengan sangat memuaskan dan penuh gelora anarki yang menghentak.
(mortir-mortir penggila UG)
(FoGho)
Teman-teman kami, The Ressistance dan Lentera Merah dengan semangat oi -nya dari Monang-maning Denpasar juga turut mendukung acara kita. Yang suka dengan musik punk ska dari Singaraja juga turut hadir membawa keriangan dalam acara kali ini ; Metromini. Dan finally, band crust punk dari Denpasar mengakhiri malam valentine kita kali ini. Salut untuk semua yang telah hadir dan atas partisipasinya.
(Merah Putih)
(anarchy the bastard)
see? hanya dengan 10rb, kamu bisa mendapatkan itu semua. bayangkan, berapa harga yang kalian keluarkan untuk cokelat, bunga plastik, dan kondom? hahahahahah. sekali lagi, kami hanya mencoba melawan sistem (setidak-tidaknya menurut kami), salah.
Cheers, NUUG.
The History of Negara Universal Underground
Berawal dari tempat nongkrong yang bernama Warung "Gembel" pada tahun 2006, terbentuklah komunitas yang bernama "gembel dice" yang terdiri dari komplotan anak-anak yang masih duduk dibangku SMA kelas satu. Seiring berjalan waktu, beberapa orang mulai jenuh dan merasa perlu melakukan perubahan sikap atas gaya hidup yang selama ini dianut ; mabuk, judi, cewek.Mereka lebih suka mendengarkan musik keras khususnya pada waktu itu, mereka sangat tergila-gila dengan musik punk. Sampai akhirnya, mereka memutuskan untuk keluar dari "gembel dice" dan membuat komunitas baru yang diharapkan dapat membawa mereka keluar dari gaya hidup yang dianut sebelumnya. dan Taraaaa...!! terbentuklah "Negara Chaos Punk" yang terdiri dari orang-orang gabungan dari seluruh komunitas yang suka dengan musik punk. Berikut idealisme dan gaya hidupnya.
Komunitas Negara Chaos Punk sering melakukan ritual nongkrong bareng di depan pintu gerbang Pura Jagatnatha, Negara. Sambil menggilir sloki, mereka saling sharing terhadap perkembangan musik khususnya di kota Negara yang dianggap sepi peminat. Waktu itu ada "Komunitas Baju Kotor" dari Medewi dan "West Bali Underground Community" dari Melaya yang menjadi teman sharing mereka bersama. Mereka pun mengadakan event-event musik, seperti Punk Not A Crime di tahun 2007 yang diadakan di GOR Krishna Jvara yang diikuti oleh band-band beraliran punk yang ada di Bali, Inggronx (melawan sistem yang salah) di hari valentine tahun 2008 di aula RM.Tiga Putra, Punk Not A Crime #2 di tahun 2008 yang masih mengambil tempat di GOR, Pencarian Jati Diri di tahun 2009 di aula Hotel Palem.
Sukses mengadakan acara, komunitas ini terus bergerak, berdenyut bersama detak jantung kota Negara. Sambil terus menggelar alkohol, komunitas ini tanpa henti mengadakan acara-acara musik demi mencerdaskan selera musik masyarakat agar tidak terus terbelenggu pada musik cinta yang menye-menye. Hahahahaha.
Seiring berjalannya waktu, dari tahun ke tahun, pola pikir komunitas ini semakin berkembang., Mereka tidak lagi terpatok pada satu aliran musik tetapi juga mulai merambat ranah metal, grind, trash, oi, dan lain-lain. Hingga kemudian berdasarkan kesepakatan bersama di tahun 2010, Komunitas Negara Chaos Punk berganti nama menjadi "Negara Universal Underground". (hell yeeaahhh..hahahahha) and this, is our blog!
enjoy.
Langganan:
Postingan (Atom)


